Wahai Syaikh kami, sebelum kita memaparkan pertanyaan dari para penelepon, di sini ada sebuah pertanyaan dari saudari Salma. Ia bertanya, “Apa yang disyariatkan bagi seorang Muslim ketika mendengar suara petir dan melihat kilat?”
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling utama. Amma ba’du. Kilat dan petir adalah dua tanda besar dari tanda-tanda kekuasaan Allah Jalla wa ‘Ala di alam semesta, yang menampakkan kekuasaan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
Apabila kilat menyambar sesuatu, ia dapat membakarnya. Ia juga mampu menerangi area yang sangat luas. Demikian juga petir yang ada di permukaan awan, dengan suara dahsyat yang menggelegar hingga mengguncang bumi.
Semua itu mengarahkan seorang hamba untuk merenungi kekuasaan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung atas dirinya. Dengannya, seorang hamba teringat sebagian bentuk azab yang pernah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu, berupa gempa dahsyat yang menimpa sebagian dari mereka, dan teriakan keras yang membinasakan sebagian yang lain.
Diriwayatkan dari sebagian ulama Salaf bahwa ketika mendengar petir, mereka mengucapkan: SUBHAANALLADZII YUSABBIHUR RO’DU BIHAMDIHI WAL MALAA-IKATU MIN KHIIFATIHI (Maha Suci Dzat yang petir bertasbih memuji-Nya, dan para malaikat bertasbih karena takut kepada-Nya). (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).Namun, bacaan ini tidak diriwayatkan secara marfu’ dari Nabi. Namun diriwayatkan dari sejumlah Sahabat radhiyallahu ‘anhum.
Wahai Syaikh kami, sebagian orang terkadang merasa takut dan terkejut ketika mendengar suara petir. Apakah hal ini bermasalah? Sikap berhati-hati dengan menjauh dari lokasi yang rawan sambaran petir dan kilat, agar tidak tersambar olehnya, merupakan hal yang dianjurkan. Demikian juga menghindari suara kencang agar tidak membahayakan pendengarannya. Ini tidak mengandung masalah apa pun bagi seorang insan. Adapun jika sebagian orang merasa kaget dan takut karena suara keras yang datang secara tiba-tiba, maka itu merupakan tabiat manusiawi dan tidak dikenai hukum tertentu. Karena hal tersebut kembali kepada kondisi jiwa masing-masing, dan manusia tidak selalu mampu menolaknya.
=====
شَيْخَنَا قَبْلَ اسْتِعْرَاضِ أَسْئِلَةِ الْمُتَّصِلِيْنَ وَالْمُتَّصِلَاتِ هُنَا سُؤَالٌ مِنَ الْأُخْتِ سَلْمَى تَقُولُ مَا الْمَشْرُوعُ لِلْمُسْلِمِ عِنْدَ سَمَاعِ صَوْتِ الرَّعْدِ وَرُؤْيَةِ الْبَرْقِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَفْضَلِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَبَعْدُ فَالْبَرْقُ وَالرَّعْدُ آيَتَانِ عَظِيمَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا فِي الْكَوْنِ تُظْهِرُ قُدْرَةَ رَبِّ الْعِزَّةِ وَالْجَلَالِ
إِذَا وَصَلَ إِلَى شَيْءٍ أَحْرَقَ يُضِيءُ الْمَسَافَةَ الْكَبِيرَةَ وَهَكَذَا الرَّعْدُ لَدَيْهِ يَكُونُ فِي مُقَدِّمَةِ السَّحَابِ بِمَا فِيهِ مِنْ صَوْتٍ عَظِيمٍ يُجَلْجِلُ الْأَرْضَ
يُرْشِدُ الْعَبْدَ إِلَى قُدْرَةِ رَبِّ الْعِزَّةِ وَالْجَلَالِ عَلَيْهِ وَيَتَذَكَّرُ بِذَلِكَ شَيْئًا مِنَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي نَزَلَتْ فِي الْأُمَمِ السَّابِقَةِ مِنَ الرَّجْفَةِ الَّتِي جَاءَتْ لِبَعْضِهِمْ وَالصَّيْحَةِ الَّتِي جَاءَتْ لِآخَرِيْنَ
وَقَدْ وَرَدَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ أَنَّهُ يُقَالُ سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَلَمْ يَثْبُتْ ذَلِكَ مَرْفُوعًا وَإِنَّمَا وَرَدَ عَنْ عَدَدٍ مِنَ الصَّحَابَةِ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ
شَيْخَنَا الْبَعْضُ رُبَّمَا يَخَافُ وَيَفْزَعُ مِنْ صَوْتِ الرَّعْدِ يَقُولُ هَلْ هَذَا فِيهِ إِشْكَالٌ؟ احْتِيَاطُ الْإِنْسَانِ بِابْتِعَادِهِ عَنْ مَوَاطِنِ الرَّعْدِ وَالْبَرْقِ لِئَلَّا يُصَابُ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ هَذَا مِنَ الْأُمُورِ الْمُسْتَحْسَنَةِ وَكَذَلِك يَبْتَعِدُ عَنِ الصَّوْتِ الْعَالِي لِئَلَّا يُؤَثِّرُ عَلَى سَمْعِهِ هَذَا لَا حَرَجَ عَلَى الْإِنْسَانِ فِيهِ وَيَقُولُ بَعْضَ النَّاسِ يَرْتَاعُ وَيَخَافُ مِنَ الصَّوْتِ الْعَظِيمِ المُفَاجِئِ فَهَذَا طَبِيعَةٌ بَشَرِيَّةٌ لَا يُحْكَمُ عَلَيْهَا بِحُكْمٍ لِأَنَّ هَذَا مِمَّا يَرْجِعُ إِلَى النُّفُوسِ وَتَعْجِزُ النُّفُوسُ عَنْ رَدِّهِ